Menurut Kantor Berita ABNA, Abdul Latif al-Qanoo hari Jumat (4/12/2020) mengkritik peningkatan aktivitas pemukiman Zionis di Tepi Barat, pemberian kewarganegaraan Israel di kota Baitul Maqdis yang diduduki, penyerbuan Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa, dan hubungan antara Otoritas Palestina dengan rezim Zionis.
"Setiap upaya untuk kembali ke meja perundingan dengan rezim agresor Zionis merupakan pukulan bagi bangsa Palestina," ujarnya.
Juru bicara Hamas juga menekankan perlunya melanjutkan perjuangan melawan rezim Zionis dan realisasi persatuan nasional Palestina hingga hak-haknya tercapai.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi berusaha mengadakan pertemuan tripartit dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melanjutkan pembicaraan damai.(PH)
342/